Stelah Skian Lama Tak Bersua

Untuk kembali menulis,

Setelah sekian waktu tak membiarkan jari-jemari untuk menari-nari indah di atas papan keyboard, rasanya susah banget untuk merangkai tulisan.. bahkan kata apa yang pertama kali akan kubiarkan jemariku menghentak keyboard untuk menulisnya.

Oia, saia sedang kesulitan menulis. Saia sedang kesulitan memilih kata yang kemudian akan saia rajut dengan kata-kata lain sehingga menjadi sebuah oret-oretan yang saia sendiri bingung apa maksudnya.

Izinkan saia membuat sedikit cerita tentang tulisan ini. Betapa saia terpuruk saat ini..

Malam itu saia sangat ngantuk. Tak ada kopi. Kacang pun tak ada juga. Saia pun memutuskan untuk tidur saja, padahal jarum pendek jam masih menunjuk angka sembilan. Saia menghamparkan selimut yang kusulap sebagai alas tidur. Kulempar bantal lusuh di atas selimut tadi. Dan satu lagi, biar ada yang mengantarkan saia untuk tidur, saia meraih netbook, earphone, dan smartphone kacangan yang sering error touchscreen-nya.

Netbook terbuka, pointer mengarah ke puluhan nasyid habib syech, dan sejenak kemudian sepasang kuping saia sudah terpenuhi suara hingga seakan dunia ini hanya milik saia. Astaghfirullah. Maafkan saia sobat-sobat di sekelilingku ya.. Lalu, saia bingung mau ngerjakan apa lagi.. saia menghidupakan tethering di smartphone yang tadi, untuk sekedar iseng bisa online di layar yang sedikit lebar.

Tak ada angin yang berhembus dengan lembut.. Juga, tak ada petir yang memekakkan telinga.. Tiba-tiba hati saia merasakan sebuah kerinduan yang mendalam.. seakan sepasang mata ingin segera menatapnya.. benar-benar kangen..

Sudah berapa lama aku meninggalkanmu… sudah berapa tahun aku tak mengunjungimu… sudah berapa lembar catatan harian yang aku tak mengisi kamu di dalamnya.. sudah lama aku tak memandang keindahanmu.. Dan, stelah skian lama tak bersua, maafkan diriku ini.. Baca lebih lanjut

Wortel Vs Telur

Siapa yang tak kenal wortel `n Telur?

Ha! Semua tahu kalo` wortel itu keras dan Atoz (bhs. Jawanya), dan kalau di banting ia akan ngakak sembari membatin, “Aku nggak mempan kalo cuma kamu banting!” Itulah wortel! Udah tahu sifatnya kan? Padat dan keras.Wortel

Kali ini kita pindah ke benda bundar oval yang sering nongol di pasar dan toko kelontong, telur. Ha, yang kini sedang jadi VS-nya si wortel. Sebelum masuk ke pertandingan (pertandingan apaan???), baik juga ane ingetin sifat sang telur. Dengan kulitnya yang terlihat keras, ternyata isinya sangat lembut bahkan CAIR! Di samping kulitnya yang keras tetapi sangat rentan pecah, juga cairan telurnya itu kalo udah jatuh di tempat yang salah (bukan di penggorengan atau penggodokan), maka WASSALAM alias nggak bisa digunakan lagi! Itulah telur. Telur
Hasilnya… sang Wortel yang gagah VS si Telur yang lembek!

Pertempuran dimulai…
Aku mengambil sebuah wajan (waktu itu wajan, soale adanya itu…. Pake panci juga boleh kalo `sobat mau nyoba). Aku isi wajan itu dengan air dan aku rebus hingga mendidih. Lalu kuambil dua peserta adu kekuatan itu (Wortel dan Telur). Hhhh… Aku tunggu beberapa menit dengan api yg masih menyala.
Saat itulah mereka berdua sedang adu kekuatan. Kulihat mereka sangat kepayahan disengat air panas yang mendidih. Kalo sobat mau lihat apa yang mereka lakukan waktu itu, boleh nyoba deh…
Akhirnya, aku matikan api dan kutiriskan dua peserta itu, dan terjadilah apa yang terjadi. Sang Wortel menjadi lembek, dan sebaliknya… si Telur justru mengeras kulit dan isinya!!!
telur ayam

Pelajaran yang diambil…
Manusia diciptakan oleh-Nya dengan sifat yang bermacam macam. Ada yang bersifat padat, eh keras. Kalo lihat darah segar bercucuran dari kepala, justru kedua matanya langsung melototinya. Ringkasnya, ia tidak seorang yang mudah jijik, dan menangis. Ada juga orang yang sifatnya lembut. Ia sangat pemalu dan mudah menangis.
Nah, sobat masuk yang mana? (Ngga usah dijawab ke aku, ke sobat sendiri ajah…)
Air panas mendidih yang tadi itu layaknya ujian dan permasalahan yang dihadapi manusia. Orang yang kelihatannya keras, kuat, gagah, dan tahan banting, adakalanya dia mempunyai sifat WORTEL. Kalo ada masalah yang menimpa justru jadi lembek dan menitikkan air mata sepanjang malam. Sebaliknya, ada wanita yang lembut, tutur katanya sopan, langkahnya tenang, dan tak tahan melihat darah, tapi ketika ia dihadapkan dengan permasalahan yang hebat.. justru ia teguh laksana batu karang di tengah lautan berombak. Ia tak mau menyerah. Ia mengetahui bahwa ujian ini adalah sesuatu yang wajib dalam kamus orang yang masih hidup. “Aku tak boleh MENYERAH!”
Baca lebih lanjut

90 Menit Bersama Mbak Asri Istiqomah

Assalamu’alaikum sobat ane di manapun berada… Aha! Setelah lama bangsetz gak nongol, akhirnya si empu arifiahmad.wp muncul lagi `n bisa nge-post  nih…

Ane mau berbagi sepenggal pengalaman ye…

Pagi itu sekitar jam setengah sepuluh aku bersama tiga temen dapet kesempatan mengunjungi kantor Indiva. Di sana sempet muter-muter karena bingung menuin lokasi kantor itu. Wah… setelah akhirnya kami dipertemukan dengan sosok muslimah yang tampak berwibawa tapi tetap terbuka…

Neh, ane bawakan sedikit oleh-oleh dari Mbak Asri

Ada beberapa hal yang mendorong seseorang menulis buku.

latihan menulis

Baca lebih lanjut

Ketika Anjing Berebut Tulang

Suatu ketika seorang guru berjalan bersama murid-muridnya. Di tengah gurun yang terik mereka melihat sekawanan anjing bermain-main. Mereka tampak akrab. “Lihatlah anjing-anjing itu.” Kata sang guru, “Mereka tampak akrab ya. Kenapa?” Dia bertanya kepada murid-muridnya. Mereka pun diam tak mengerti jawabannya.

“Baiklah, tunggulah nanti kalian akan mengetahui sendiri.” Kata sang guru sambil melanjutkan perjalan. Para murid pun heran, kenapa meneruskan perjalaan padahal mereka belum tahu jawabannya. Dari mana mereka akan mendapatkan jawaban tersebut, mereka bingung. Tak habis  pikir panjang, mereka mengikuti sang guru meneruskan perjalanan.

Singkat cerita, mereka pun kembali lagi. Ternyata sang guru tak memilih jalan lain, mereka melewati jalan mereka lalui waktu berangkat tadi. Alangkah terkejutnya mereka, mereka melihat sekawanan anjing lagi. Kini mereka melihat anjing-anging itu saling berkelahi satu sama lain. “Apa yang kalian lihat?” Tanya sang guru membuka percakapan sambil berjalan. Baca lebih lanjut

Blog Baru Kami… Mari Bersama Kita Ramaikan …

Kami, para santri kelas 3 muallimin tahun angkatan 1431 akhirnya berhasil (weleh kayak apa aja??) iya, kami berhasil setuju untuk membuat blog sederhana dalam rangka saling berbagi, mengingatkan dan berdakwah….

Selain itu juga buat ngerjain apa yang telah dititahkan seorang hamba Allah yang dirindu syafa’atnya di mahsyar nanti, kalo bukan Rosulullah sas, siapa lagi… begini bunyinya :

بلغوا عنى ولو اية

“ Sampaikanlah dariku walau satu ayat “

Satu ayat, beratnya apa sih? (ayatnya yang dimaksud yang panjang-panjang atau yang pendek-dendek tuh?) terserah aja, kita mau nyampaikan satu ayat, nggak usah ditanyakan lagi panjang-pendeknya. Walaupun pendek tapi kan tetep disebut satu ayat juga, hehehe, seperti yangane post disini.

Maka kunjungilah blog kami di sini…

TASUU’A

http://tasuua9.wordpress.com/

Syukron atas perhatiannya… Salam dari ArifiQie, salah satu anggota Tasuu’a 🙂

24 Maret 2012

19 tahun yang lalu saya keluar dari perut Ibu. Rasanya gimana saat itu saya lupa🙂 hehehe… Dan, sebenarnya saya sendiri nggak tahu kapan lahirnya, tahunya dari akte dan dari ortu yang kucintai.

Ok, tanggal 24 Maret adalah tanggal kelahiranku. Dan hari ini, 24 Maret 2012 saya udah tambah umurnya. Yang jadi pembahasan kali ini adalah merayakan atau merenungkan ya?

Yaph, memang umur saya ini nominalnya bertambah… tapi apakah itu berarti umur saya bertambah?

Baca lebih lanjut